Semua orang memiliki cita-cita atau mimpi. Semua orang berhak mempunya cita-cita yang tinggi. Semua orang berhak memimpikan setinggi-tingginya akan seperti apa dirinya dimasa depan. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika seseorang hanya bisa terus membayangkan dan memimpikan tentang cita-citanya tanpa berusaha mewujudkannya.
Seorang motivator pernah mengatakan, 'banyak-banyaklah bermimpi, tapi jangan lupa untuk segera terbangun agar semua mimpimu dapat menjadi nyata dalam hidupmu'. Sebuah motivasi yang cukup membuatku percaya diri untuk bermimpi dan memberikan kekuatan untuk berusaha mewujudkannya.
Seorang guru sejarah juga pernah mengatakan, 'semua yang terjadi saat ini adalah mimpi dimasa lalu. Dulu saya bermimpi dapat berbicara dengan orang yang jauh sambil berjalan-jalan dan beberapa tahun kemudian saya mengenal telepon genggam. Dari mimpi, semuanya menjadi nyata'.
Cita-cita atau mimpi seseorang bisa berubah-ubah setiap waktunya tergantung mood saat itu. Tidak hanya terjadi pada anak-anak, bahkan yang dewasa pun dapat berubah-ubah jika ditanya tentang cita-cita. Aku juga mempunyai cita-cita atau mimpi. Dulu saat SD aku bercita-cita menjadi Bidan. SMP aku bercita-cita menjadi penulis. SMA aku bercita-cita menjadi pakar kesehatan masyarakat. Semua itu tidah salah, karena disetiap mimpi aku berusaha untuk mewujudkannya, paling tidak aku menjadi lebih rajin belajar.
Aku juga pernah punya mimpi lain, mimpi yang menurutku gila :
__ Saat melihat berita tentang peperangan di Palestina, saya bercita-cita menjadi ketua PBB. Aku berharap dapat berpidato untuk dunia. Meminta agar semua peperangan itu dihentikan. Mengganti letusan senjata dengan perundingan dan perjanjian damai. Tapi tentu saja tak semudah itu, bahkan bagi ketua PBB yang sesungguhnya.
__ Saat melihat dan membaca berita tentang anak-anak kelaparan dan kurang gizi, aku juga pernah bermimpi ingin menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF. Aku melihat anak-anak kurus itu, ingin sekali aku memeluk dan berbagi kebahagiaan dengan mereka. Mengenyangkan perut-perut kecil mereka dan melepaskan mereka dari beban yang berat itu.
Itu sebagian kecil mimipiku. Aku tidak menyerah dengan mimpiku di atas, hanya saja aku orang yang dapat menyadari sampai dimana kemampuanku. Aku tak ingin memaksakan kemampuan yang tidak aku punya. Tapi aku tetap punya mimpi dan cita-cita lain yang akan terus aku perjuangkan. Aku mulai dengan hal kecil disekitarku, aku berusaha menjadi pakar kesehatan masyarakat yang baik untuk orang-orang yang membutuhkan tanpa membebani mereka. Tapi mimpi gila itu tak akan pernah mati.
Ya mimpi, harapan, keinginan, cita-cita milik semua orang. Usaha dan berdoa akan menjadikan mimpi itu nyata. Genggam semua mimpi dan cita-cita, berlarilah, rasakan setiap tetes keringat sebagai usaha untuk dapat menikmati kenyataan yang telah kita buat dari segenggam mimpi dan cita-cita kita. Manusia harus punya mimpi atau cita-cita untuk memotivasi hidupnya ke arah yang lebih baik. Dan jangan lupa terbangun untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan yang indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar