Pages

Pelajaran Hidup *kesehatan

Saat aku membaca buku yang berjudul Orang Miskin Dilarang Sakit, sumpah aku merasa ada diskriminasi dengan kalimat itu. Saat itu aku berfikir masa orang miskin dilarang sakit ? Orang semiskin apa pun ya tetap mereka orang dan bisa terkena sakit !! Aku tidak setuju dan emosi sendiri saat itu. Tapi, hari ini, aku sangat sangat setuju dengan judul buku yang sempat aku benci dulu. Orang miskin dilarang sakit !! Ya mereka yang miskin dilarang sakit. Karena jika orang miskin sakit, maka akan bertambah sakit dengan memikirkan pelayanan kesehatan untuk dirinya.

Awal mula kenapa aku sependapat dengan judul buku tersebut adalah ketika hari ini aku mengantar teman ke salah satu rumah sakit di kotaku. Saat aku mengantar temanku ke bagian pendaftaran pasien, aku melihat seorang ibu (aku kisar usianya 60 tahunan dan berasal dari golongan menengah ke bawah) dengan wajah panik mengaduk-aduk isi tasnya. Sesekali ia bertanya pada bagian pendaftaran yang menjawab pertanyaan ibu tersebut dengan ketus. Aku tidak memperhatikannya lagi karena temanku sudah selesai dengan urusan pendaftaran pasien.
Aku dan temanku duduk mengantri untuk mendapatkan nomor urut periksa. Di tempat itu aku bertemu dengan ibu tadi masih dengan wajah paniknya sambil menggandeng anak kecil. Aku melihat dia berusaha berbicara dengan salah satu petugas di rumah sakit itu, tapi sepertinya ibu tersebut mendapatkan hasil yang mengecewakan. Dia pergi dari tempat itu. Saat melewatiku ibu itu berkata pelan dan sempat aku dengar bahwa dia kehilangan jamsostek-nya.
Aku masih mengantri bersama temanku. Dan aku memperhatikan ibu tadi dengan menggandeng anak kecil berusaha meminta bantuan pada petugas ruma sakit, dan sempat aku melihat ibu itu dibentak kasar oleh salah satu petugas. Kasihan, ingin rasanya aku sumpal mulut si petugas. Tapi aku cuma bisa diam dan melihat saja.
Aku dan temanku menunggu antrian sudah hampir 2 jam, dan aku masih melihat ibu itu bolak-balik dari pos satu ke pos yang lain. Saat ibu tersebut melewatiku untuk terakhir kalinya, dia menggandeng anak kecil dengan membawa surat-surat yang sangat banyak dan akhirnya bisa masuk ke spesialis bedah.
Wow, perjuangan yang sangat panjang demi mendapatkan pelayanan kesehatan. Pelajaran yang aku dapat hari ini adalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di negeri tercinta kita ini masih tergolong sangat menyulitkan. Apa lagi untuk orang-orang kalangan menengah kebawah yang berpendidikan kurang. Contohnya ibu tadi dengan wajahnya yang polos, dia rela di putar-putar oleh pertugas dari pos satu ke pos yang lain demi mendapatkan pemeriksaan. Tidak kah para petugas tersebut tergugah hatinya untuk benar-benar melayani sepenuh hati orang seperti itu. Haruskah ibu tersebut menunjukkan wajah yang benas-benar memelas agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik ?? Ingin menangis rasanya L.
Sudah berpuluh tahun Negara ini merdeka, tapi kenapa pelayanan kesehatannya masih memprihatinkan saja. Siapa yang harus disalahkan ? Tidak ada yang harus disalahkan. Ini hanya perlu kesadaran hati nurani kita sebagai manusia untuk membantu sesama kita yang memerlukan bantuan tanpa pandang status sosial atau pun jabatan. Mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak semua orang, semua golongan. Aku berharap untuk kedepannya pelayanan kesehatan di negeri kita dapat semakin membaik dan mensejahterakan masyarakatnya dengan adil. Sehingga tidah berlaku lagi orang miskin dilarang sakit J. Syukur-syukur dimasa yang akan datang pelayanan kesehata di negeri ini benat-benar gratis ditanggung pemerintah tanpa menyulitkan khususnya untuk kalangan menengah kebawah. Semoga saja, amiin J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

 

Blogger news

Blogroll

About