Pages

Badai Matahari 2012

Beredarnya pesan singkat (SMS) tentang fenomena bahaya badai matahari cukup meresahkan sebagian masyarakat. SMS itu menyebutkan suhu bumi menjelang tengah malam nanti sampai besok bakal meningkat cukup signifikan. Karena radiasi cukup besar, maka disarankan jangan pakai telepon. Namun Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi kerdigantaraan Lapan Thomas Djamaluddin menjelaskan, dampak tersebut sudah lewat. "Ya dampak badai 23 Januari sudah lewat, efeknya sedang dikaji," kata Thomas dalam penjelasan tertulisnya, Rabu 25 Januari 2012.


Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang melakukan pemantauan merilis pernyataan dalam webnya bahwa radiasi badai matahari hanya mengganggu telekomunikasi seluler, siaran televisi, jika lontaran partikel listrik itu mengganggu satelit. Amuk matahari tidak mengganggu penduduk Bumi. "Hanya gangguan operasional satelit dan propagasi radio gelombang pendek, tapi tidak mengganggu manusia di Bumi," begitu bunyi pernyataan NASA di situsnya.


Sebelumnya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) membantah isu yang menyebutkan badai matahari merusak telepon seluler jika dipakai menelepon. Bumi memiliki dua tameng tak kasatmata yang melindungi penduduknya dari partikel badai matahari. "Manusia di Bumi dan perangkat teknologi yang digunakannya aman dari dampak badai matahari," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Thomas Djamaluddin, dalam penjelasannya, Rabu 25 Januari 2012.

Menurut Thomas, lapisan magnetosfer merupakan selubung tak kasatmata yang dibentuk oleh medan magnet Bumi. Magnetosfer ini mengelilingi Bumi pada jarak 95 ribu kilometer di atas permukaan Bumi. Sejak awal terbentuknya Bumi, lapisan ini menjadi pelindung semua makhluk dari serangan partikel berbahaya, termasuk badai matahari.

Magnetosfer bekerja seperti tameng, membelokkan setiap partikel yang menghampirinya. Badai matahari sendiri nantinya akan dibelokkan ke arah kutub Bumi. Di sini tameng kedua menunggu untuk "menghancurkan" badai kiriman matahari.

Tameng kedua tersebut adalah lapisan atmosfer yang terdapat pada ketinggian 80 kilometer di atas Bumi. Di daerah ini badai matahari akan disaring oleh medan magnet Bumi yang rapat di sekitar kutub. Akibatnya, badai yang semula berbahaya melepaskan energinya melalui cahaya berbagai warna atau dikenal sebagai aurora.

Hal ini sekaligus menjelaskan kenapa aurora sering terlihat di sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan. Manusia telah lama bersahabat dengan cahaya indah ini. Bahkan suku eskimo yang menempati daerah di sekitar Kutub Utara menganggap aurora sebagai arwah leluhur mereka yang bersemayam di langit.




Badai matahari  memang berpotensi menggangu operasional satelit, seperti satelit komunikasi. Kalau itu terjadi dan tidak dapat diatasi oleh operator satelitnya, kemungkinan terjadi gangguan pada penggunaan telepon selular, siaran TV, komunikasi data perbankan, dan pengguna lainnya. Tetapi biasanya para operator satelit sudah mengantisipasinya. Namun Thomas mengatakan perlindungan oleh dua tameng dijelaskan diatas membuat perangkat telepon aman dipakai selama badai matahari menghantam Bumi. "Betapapun kuatnya badai, penduduk Bumi selalu terlindung," ujar dia.

*Fenomena badai matahari adalah fenomena alam yang diciptakan oleh Tuhan agar (kita) hamba-Nya selalu mengingat akan kuasa dan kebesaran Tuhan SWT.

referensi www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

 

Blogger news

Blogroll

About