Siang ini matahari bersinar terik sekali di luar sana. Aku mencoba mendinginkan badan dan otakku di depan kipas angin pemberian ibuku saat awal aku menempati kos ini. Ku buka laptop, aku cek e-mail, tak ada e-mail masuk. Aku buka twitter, tak ada mention. Menjenuhkan. Udara semakin terasa panas, aku naikkan tombol kipas angin agar angin yang dihasilkan lebih besar.
Iseng-iseng aku membuka Microsoft Word, entah untuk menulis apa, tapi ya jaga-jaga siapa tau pelangi inspirasi memenuhi otakku. Ku ketuk-ketuk jariku di atas keyboard tanpa menekannya, berharap pelangi inspirasi datang. Gelap. Pelangi inspirasi belum menghampiriku. Suasana semakin panas, angin yang keluar dari kipas angin tidak begitu terasa, padahal sudah ku setel ditombol paling tinggi.
Kulihat handphone-ku, tak ada pesan masuk sama sekali. Entah hari ini sudah berapa kali aku melihat ke arah handphone-ku, berharap ada sms masuk, tapi nihil. Bahkan operator yang biasanya rajin mengirimi sms iklan, hari ini tak menunjukkan tanda-tanda.
Sejujurnya aku berharap ada telepon atau paling tidak sms dari pacarku. Seharian ini dia tidak memberiku kabar. Aku merindukannya. Sebenarnya aku bisa saja memulai dulu sms atau menelponnya, tapi aku urungkan. Kejadian semalam membuatku merasa enggan menegurnya terlebih dulu. Aku kesal, jengkel, kecewa, tapi juga sedih. Bagaimana tidak ? Selama ini aku dan pacarku menjalani LDR_Long Distance Relatoinship. Aku kuliah di Jakarta dan pacarku bekerja di Tangerang. Tak banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk bersama. Sebagian besar menjalani hubungan hanya dengan sms, telpon, chatt, dan terkadang melalui skype. Oleh karena itu pertemuan dan kebersamaan sangat berharga. Tapi semalam aku dibuat kecewa. Awalnya aku mengabarkan berita gembira padanya, bahwa aku akan menjalani PPL di Tangerang. Dengan kata lain aku dan dia akan berada di satu kota dan dapat lebih sering bertemu. Tapi berita bahagiaku luntur karena kata 'maaf'nya. Dia meminta maaf karena pada tanggal aku memulai PPL, ditanggal itu juga dia dikirim oleh kantornya untuk menangani pekerjaan di Bandung. Sial ! Dan parahnya lagi, kerjaannya di Bandung selesai setelah satu minggu aku menyudahi masa PPL-ku. Benar-benar sial ! Otomatis selama 3 bulan itu aku dan dia tidak bertemu. Sial ! Sial ! Kenapa dengan jarak ! Udara tambah panas.
Aku dan dia pacaran sudah hampir 2 tahun dan selama itu juga hubungan kita selalu LDR. Lelah sih, tapi aku mencintainya. Apalagi 5 bulan yang lalu dia dan orang tuanya datang untuk melamarku.
Ada yang spesial darinya saat pertama aku melihatnya, tapi sampai sekarang aku tidak tahu apa yang membuatku langsung tertarik padanya saat itu. Dia sederhana, terkadang cuek dan tidak peka, tapi dia seperti malaikat yang selalu ada dan membuatku merasa tenang. Seperti semalam dia menenangkan kekecewaanku. Kata-katanya membuatku menyeka air mata yang sempat menetes.
Ada yang spesial darinya saat pertama aku melihatnya, tapi sampai sekarang aku tidak tahu apa yang membuatku langsung tertarik padanya saat itu. Dia sederhana, terkadang cuek dan tidak peka, tapi dia seperti malaikat yang selalu ada dan membuatku merasa tenang. Seperti semalam dia menenangkan kekecewaanku. Kata-katanya membuatku menyeka air mata yang sempat menetes.
"Sudahlah, tidak usah kamu menangis. Kenapa kamu jadi cengeng seperti ini ? Bukankah selama 2 tahun ini jarak selalu memisahkan kita, tapi kita tetap bertahan dengan hubungan ini. Bahkan setiap harinya kita semakin kuat mempertahankan ini semua. Pertemuan memang penting, tapi jika memang tidak memungkinkan, jangan dipaksakan. Nanti malah pertemuan kita tidak spesial lagi. Tenangkan dirimu. Saat ini mungkin kita terpisah jarak, tapi yakinlah jika kau sudah tamatkan kuliahmu, jarak tidak akan lagi memisahkan kita. Kamu dan aku akan bertemu setiap hari, dan saat itu kamu telah menjadi istriku. Dan kita akan lebih bahagia lagi," dia berkata sangat lembut, "Saat ini, aku mencintaimu dan kamu mencintaiku. Aku percaya padamu dan kamu percaya padaku. Kita saling setia. Semua itu sudah cukup. Berhentilah menangis, dan berjanjilah untuk tetap tersenyum untukku sampai kapanpun. Aku mencintaimu."
Kata-katanya semalam lewat telpon kembali menenangkan hatiku. Udara mulai tak terasa begitu panas. Aku juga sangat mencintai dia.
Telpon berdering. Panggilan masuk. Ah dia telepon juga akhirnya. Dengan cepat aku menerima panggilan masuk itu. Saat ini udara benar-benar terasa sejuk. Sangat sangat menyejukkan.
Kuncinya adalah komunikasikan semuanya. Good luck buat semua yang menjalani LDR .. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar