Disuatu senja pagi, aku terbangun untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Air wudhu, mukenah, sajadah, gerakan dan bacaan sholat seperti biasa aku lakukan. Saat salamku yang pertama aku melihat temanku, Stella tengah tertidur dan pada saat salam kedua aku meneteskan air mata. Sedih yang amat mendalam langsung memenuhi dada dan seketika aku menangis terisak. Aku teringat bahwa 2 hari lagi dia akan kembali ke kampung halamannya dan meninggalkan kota perantauan. Entah di sisa waktu aku bisa bertemu dengannya aku sangat merasakan kehilangan. Padahal awalnya aku pikir tidak akan menangisi Stella karena dari 3 teman ternyamanku, aku paling sering adu pendapat, ngambek, dan saling keras kepala dengan dia. Justru saat ini aku merasakan sedih dan takut karena tidak akan bertemu dengannya dalam waktu dekat. Aku menangis membelekangi Stella dengan isakan tertatahan karena aku tidak mau dia tahu aku meneteskan air mata untuknya, jika dia tahu yang ada kita akan menangis bersama dan tak tahu kapan harus berhenti. Karena kita sama-sama terlahir dengan golongan darah O yang terlalu gampang terbawa perasaan :'( I miss you so bad Stella :')
Sukses di kota kelahiran yaa, semangat cari kerjanya. Aku tunggu kamu di kota perantauan untuk melanjutkan study :*
Terlambat
Seringkali kau bangkit dari tempat duduk ini
Melangkah sejenak lalu kembali duduk
Tak terhitung berapa kali kau lakukan itu
Aku hanya tersenyum
Suatu hari kau bangkit dan melangkah lebih jauh
Aku masih menatap punggungmu
Bau khas tubuhmu semakin samar tercium
Aku mulai khawatir
Suara langkah kakimu semakin samar terdengar
Aku mulai takut
Saat kau terlihat hanya bagai titik dikejauhan
Aku mulai bangkit
Semakin hilang tubuhmu diantara cakrawala
Aku mulai berlari ke arahmu
Meneriaki namamu dan mencoba menggapaimu
Seolah tak dapat menjangkaumu, akan mulai kehabisan nafas
Saat aku mencoba mengatur nafas, aku tersadar ini sudah terlambat
Aku berhenti berlari walau tangan ingin menggapaimu
Tak ingin kau terbebani, aku membalikan badan dan berjalan menjauh
Karena aku tahu kita sudah berakhir
Melangkah sejenak lalu kembali duduk
Tak terhitung berapa kali kau lakukan itu
Aku hanya tersenyum
Suatu hari kau bangkit dan melangkah lebih jauh
Aku masih menatap punggungmu
Bau khas tubuhmu semakin samar tercium
Aku mulai khawatir
Suara langkah kakimu semakin samar terdengar
Aku mulai takut
Saat kau terlihat hanya bagai titik dikejauhan
Aku mulai bangkit
Semakin hilang tubuhmu diantara cakrawala
Aku mulai berlari ke arahmu
Meneriaki namamu dan mencoba menggapaimu
Seolah tak dapat menjangkaumu, akan mulai kehabisan nafas
Saat aku mencoba mengatur nafas, aku tersadar ini sudah terlambat
Aku berhenti berlari walau tangan ingin menggapaimu
Tak ingin kau terbebani, aku membalikan badan dan berjalan menjauh
Karena aku tahu kita sudah berakhir
Dua Paragraf Bangkit dari Masa Lalu
Bangkit dari masa lalu bagai zombi kelaparan. Merangkak dan merengek perhatian kecil. Menyayat dan mengoyak ketika kehausan simpatik. Menyimpan embun dipelupuk mata, membantu merobohkan keteguhan hati.
Bangkit dari masa lalu bagai harta terpendam. Berlimpah dan menjanjikan kebahagiaan hidup yang menjamin. Menusuk keping demi keping sampai terus melubangi kerasnya hati. Kilauan cahaya keemasan terus dipancarkan hingga menerangi gelapnya hati. Suara gemerincingnya, menggetarkan keteguhan hati.
Bukan Seseorang
AKU MENYERAH !!
Aku berusaha untuk menutup rapat-rapat masa lalu yang ada, tapi sia-sia.
Bayangan itu terus saja memaksa masuk dan membuat perasaan bersalah.
Jujur saja wajah tulusmu membuatku ingin berteriak keras untuk memaki.
ENYAHLAH KAU !!
Aku ingin kau pergi tanpa berkata, biarkan racauanku menghantarmu menjauh.
Jangan pernah berbalik badan untuk memelas.
Jangan membuat ini sulit.
Aku pasitikan aku bahagia saat ini dan selamanya.
Jika kedepannya aku memanggil-manggilmu,
TUTUP TELINGAMU dan JANGAN BERBALIK BADAN untukku.
Aku ingin berbahagia disini.
Aku berusaha untuk menutup rapat-rapat masa lalu yang ada, tapi sia-sia.
Bayangan itu terus saja memaksa masuk dan membuat perasaan bersalah.
Jujur saja wajah tulusmu membuatku ingin berteriak keras untuk memaki.
ENYAHLAH KAU !!
Aku ingin kau pergi tanpa berkata, biarkan racauanku menghantarmu menjauh.
Jangan pernah berbalik badan untuk memelas.
Jangan membuat ini sulit.
Aku pasitikan aku bahagia saat ini dan selamanya.
Jika kedepannya aku memanggil-manggilmu,
TUTUP TELINGAMU dan JANGAN BERBALIK BADAN untukku.
Aku ingin berbahagia disini.
Langganan:
Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.