Aku benci sosoknya ! Mempermainkan hati dan raga seenaknya ! Pergi dengan tidak tahu diri, memasang wajah bak pemberi kebahagiaan. Berpura-pura memberikan kesejukan air, dan tiba-tiba memanaskannya hingga membuat kulit sampai tulang terbakar.
Pergi dan lebih memilih perempuan telanjang yang bahkan tidak sudi melihat ke arahnya sedikitpun. Tapi betapa bodoh, dengan hati dan raga yang sudah terbakar ini masih saja memberikan madu setetes demi setetes untuknya. Aku mengutuknya dan diriku dengan hati yang terbakar ini !
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar