Aku tak tahu harus memulainya dari mana. Maaf jika ini menyinggung. Tapi fikiran ini terus mengganggu. Maafkan aku yang tak dapat mengatakan langsung padamu, aku terlalu takut. Sekali lagi aku minta maaf karena mungkin caraku ini salah.
Selama ini kau selalu mengungkapkan cintamu padaku. Mengucapkan kata-kata cinta yang indah untukku. Kau selalu ada untukku disetiap detik dalam hidupku.
Tapi maafkan aku meragukanmu, maafkan aku. Aku berusaha menjalaninya dengan menikmati setiap detik kebersamaan kita, namun keraguan ini tak dapat hilang. Harusnya aku bangga punya kamu yang selalu mengerti aku, masalahku, dan cerita masa laluku. Tapi kini yang aku rasakan bukan bahagia melainkan sebuah tanda tanya besar, “APAKAH KAU BENAR MENCINTAIKU ?”. Maafkan aku …
Tapi maafkan aku meragukanmu, maafkan aku. Aku berusaha menjalaninya dengan menikmati setiap detik kebersamaan kita, namun keraguan ini tak dapat hilang. Harusnya aku bangga punya kamu yang selalu mengerti aku, masalahku, dan cerita masa laluku. Tapi kini yang aku rasakan bukan bahagia melainkan sebuah tanda tanya besar, “APAKAH KAU BENAR MENCINTAIKU ?”. Maafkan aku …
Bukannya aku ingin kau menjadi posesif, tapi sikapmu seolah menganggap semuanya terlalu mudah. Hingga aku berfikir seakan-akan kau tidak benar-benar mencintaiku. Kau terlalu mudah menerima semua, kau bahkan terlalu mudah memaafkan aku yang bersalah. Aku sangat sangat berterimakasih tapi sekali lagi, ini terlalu mudah.
Mungkin aku yang tak tahu berterimakasih dengan sikap baikmu ini. Dan aku pun tak ingin kau menjadi posesif. Sikapmu yang terlampau cuek membuat kau seakan tidak perduli padaku. Maafkan sikapku yang tak tahu diri ini. Maaf …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar